- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.

- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DALAM KELUARGA DENGAN KEJADIAN KASUS STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOTANIA TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.37776/zk.v16i2.2157Abstract
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur di bawah standar, yang umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Faktor lingkungan, termasuk perilaku merokok dalam keluarga, berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi perilaku merokok dalam keluarga, kejadian stunting pada balita, serta menganalisis hubungan keduanya di wilayah kerja Puskesmas Botania tahun 2025.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 4.630 balita, dengan jumlah sampel sebanyak 98 balita yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri berdasarkan indeks TB/U standar WHO Anthro 2005, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga termasuk kategori perilaku merokok ringan (78,6%) dan sisanya kategori berat (21,4%). Sebanyak 22 balita (22,4%) mengalami stunting, sedangkan 76 balita (77,6%) tidak mengalami stunting. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara perilaku merokok dalam keluarga dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,028; p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok dalam keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita, baik melalui paparan asap rokok yang mengganggu metabolisme dan penyerapan nutrisi, maupun secara tidak langsung melalui alokasi pendapatan rumah tangga. Upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga pengendalian perilaku merokok di lingkungan rumah tangga.Downloads
Published
2026-02-27
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Agustini Effendy, Cica Maria, Lisastri Syahrias

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
  Authors who publish with this journal agree to the following terms:
