https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Keperawatan/issue/feed Zona Keperawatan: Program Studi Keperawatan Universitas Batam 2026-02-27T15:05:29+08:00 Ns. Angga Putri, S.Kep, M.Biomed zonakeperawatan@univbatam.ac.id Open Journal Systems <p align="justify">Zona Keperawatan is a peer-reviewed journal managed by the Batam University Nursing Study Program. Zona Keperawatan aims to publish articles in the field of nursing that make a significant contribution to the development of nursing science, including in the fields of Fundamentals of Nursing, Nursing Education, Management and Health System, Clinical Practice, Medical Surgical Nursing, Emergency Nursing, Psychology, Mental Health Nursing, Pediatric Nursing, Child Nursing, Maternity Nursing, Family in Nursing, Community Health Care, Entrepreneurship in Nursing and Various fields related to Health Informatics.</p> <p align="justify">Zona Keperawatan Consistent with its goals, Zona Keperawatan provides insights in the field of Nursing for academics, practitioners, researchers, regulators, students, and others interested in nursing development. Zona Keperawatan accepts quantitative or qualitative research manuscripts, written in Indonesian or English. Zona Keperawatan accepts manuscripts from Indonesian writers as well as writers from various parts of the world. Minimum 5 articles per number in one volume published in the Nursing Zone.</p> <p align="justify">Zona Keperawatan was first published in print media in December 2010 with two editions (December and June). Since October 2013, from Vol. 4 issue 1 (October), Zona Keperawatan publishes three editions per year; October, February and June.</p> https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Keperawatan/article/view/2156 PENGARUH PEMBERIAN TABLET BESI (FERROUS FUMARATE) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI ANEMIA DI SMA NEGERI 1 KUNDUR KABUPATEN KARIMUN 2026-02-27T10:23:15+08:00 Hessy Yusantri hessyyusantri@gmail.com Cica Maria cica.maria@univbatam.ac.id Dedy Asep dedyasep59@gmail.com <p>Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada konsentrasi belajar, produktivitas, serta risiko komplikasi pada masa kehamilan di masa yang akan datang. Salah satu intervensi yang efektif adalah pemberian tablet besi secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian tablet besi (<em>ferrous fumarate</em>) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di SMA Negeri 1 Kundur Kabupaten Karimun. Penelitian ini menggunakan desain <em>pre-experimental</em> dengan pendekatan <em>one group pre-test post-test</em>. Sampel berjumlah 32 remaja putri yang dipilih dengan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian tablet besi (<em>ferrous fumarate</em>)&nbsp; selama 14 hari. Uji normalitas dilakukan dengan <em>Shapiro-Wilk</em>, dan analisis bivariat menggunakan <em>Paired Sample T-Test</em><strong>. </strong><strong>Hasil penelitian</strong><strong> r</strong>ata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 10,659 g/dL (SD = 0,6834) pada <em>pre-test</em> menjadi 11,150 g/dL (SD = 0,6491) pada <em>post-test</em>, dengan selisih rata-rata 0,4906 g/dL. Hasil uji <em>Paired T-Test</em> menunjukkan nilai t hitung = –9,190, df = 31, dan <em>p-value</em> 0,000 &lt; 0,05. <strong>Kesimpulan</strong><strong> : P</strong>emberian tablet besi (<em>ferrous fumarate</em>) selama 14 hari berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Intervensi ini dapat dijadikan strategi dalam pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.</p> 2026-02-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Hessy Yusantri, Cica Maria, Dedy Asep https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Keperawatan/article/view/2157 HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DALAM KELUARGA DENGAN KEJADIAN KASUS STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOTANIA TAHUN 2025 2026-02-27T10:26:32+08:00 Agustini Effendy tintin.error168@gmail.com Cica Maria cica.maria@univbatam.ac.id Lisastri Syahrias lisastri.syahrias@univbatam.ac.id <p>Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur di bawah standar, yang umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Faktor lingkungan, termasuk perilaku merokok dalam keluarga, berpotensi berkontribusi terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi perilaku merokok dalam keluarga, kejadian stunting pada balita, serta menganalisis hubungan keduanya di wilayah kerja Puskesmas Botania tahun 2025.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 4.630 balita, dengan jumlah sampel sebanyak 98 balita yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri berdasarkan indeks TB/U standar WHO Anthro 2005, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga termasuk kategori perilaku merokok ringan (78,6%) dan sisanya kategori berat (21,4%). Sebanyak 22 balita (22,4%) mengalami stunting, sedangkan 76 balita (77,6%) tidak mengalami stunting. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara perilaku merokok dalam keluarga dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,028; p &lt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perilaku merokok dalam keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita, baik melalui paparan asap rokok yang mengganggu metabolisme dan penyerapan nutrisi, maupun secara tidak langsung melalui alokasi pendapatan rumah tangga. Upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga pengendalian perilaku merokok di lingkungan rumah tangga.</p> 2026-02-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Agustini Effendy, Cica Maria, Lisastri Syahrias https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Keperawatan/article/view/2158 THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF CARE MANAGEMENT AND BLOOD PRESSURE AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS AT SEI LANGKAI PUBLIC HEALTH CENTER, BATAM CITY, IN 2025 2026-02-27T10:29:49+08:00 Amanda Ocktarissya Sofwan Amandaocktarissya@gmail.com Nurhafizah Nasution nurhafizah.nst@univbatam.ac.id Cica Maria cica.maria@univbatam.ac.id <p>Hypertension is a clinical condition characterized by a persistent blood pressure of ≥130/80 mmHg. It is classified as a non-communicable disease with a high prevalence and contributes significantly to morbidity and mortality rates. Based on a preliminary survey conducted by the researcher at Sei Langkai Public Health Center in 2024, there were 19,796 recorded hypertension cases. This study aimed to determine the relationship between self-care management and blood pressure among patients with hypertension at Sei Langkai Public Health Center, Batam City, in 2025. This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of 115 patients with hypertension recorded in April, with a sample of 54 respondents selected using purposive sampling. Data on self-care management were collected using the H-SCALE questionnaire, while blood pressure data were obtained from medical records through observation sheets. Data were analyzed using the Chi-Square statistical test. The univariate analysis showed that more than half of the respondents (61.1%) had poor self care management, and most respondents (81.5%) had blood pressure classified as stage 2 hypertension. The bivariate analysis revealed a significant relationship between self-care management and blood pressure p-value = 0.009. It is recommended that healthcare professionals enhance education regarding self care management for patients with hypertension, and that patients consistently implement self care practices in daily life by adhering to prescribed medications, maintaining a healthy diet rich in fruits and vegetables, and engaging in regular physical activity to help stabilize blood pressure.</p> 2026-02-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Amanda Ocktarissya Sofwan, Nurhafizah Nasution, Cica Maria https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Keperawatan/article/view/2159 THE EFFECT OF RANGE OF MOTION ON JOINT RANGE OF MOTION IN POST-STROKE PATIENTS IN THE PHYSIOTHERAPY ROOM OF HJ BUNDA HALIMAH HOSPITAL, BATAM CITY IN 2025 2026-02-27T10:33:23+08:00 Seli Hermadahlia sellyhermadahliaa@gmail.com Cica Maria cica.maria@univbatam.ac.id Nurhafizah Nasution nurhafizah.nst@univbatam.ac.id <p>Based on the results of a preliminary survey conducted by researchers at the Hj. Bunda​ Halimah Batam Hospital, it is known that patient post stroke experience decline range movement joints in the extremities on accompanied by with weakness muscle so that joint No can moved normally and inhibit activity everyday. For overcome condition said, practice <em>range of motion</em> used as intervention physiotherapy that maintains and improves flexibility joints patients. The purpose of this study known influence exercise <em>range of motion </em>to range movement joints in patients post- stroke in the Physiotherapy Room Hj. Bunda​ Halimah Batam Hospital Batam City. The research design uses <em>quasy experiment</em> with approach <em>one group pretest- posttest</em>. The population of this study as many as 138 patients post stroke with The research sample consisted of 48 selected respondents, use technique <em>purposive sampling </em>. The research instrument used sheet observation with tool measuring <em>goniometry</em>. Data analyzed using the <em>Paired Sample T-Test Pretest </em>and <em>Posttest</em>. The results of the <em>Paired Sample T-Test</em> This show existence average increase in range movement joints <em>pretest </em>and <em>posttest</em> given exercise <em>range of motion</em>, with mark <strong>mean <em>pretest</em> shoulder flexion 113.54° and extension 108.02°, while the mean <em>posttest</em> shoulder flexion 139.38° and shoulder extension 140.83° with The </strong>average difference in increase was 25.84° in flexion and 32.81° in extension, respectively. The results were, <strong>p = 0.001 &lt; 0.05 </strong>there was significant influence​ between exercise <em>range of motion </em>to increase range movement joints in patients post- stroke. It is hoped that for health workers, in particular power physiotherapist in apply exercise <em>range of motion</em> as one of the intervention therapy routine in patients post stroke for increase range movement joints and prevent stiffness joints patient.</p> 2026-02-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Seli Hermadahlia, Cica Maria, Nurhafizah Nasution https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Keperawatan/article/view/2160 Hubungan Pemberian Suplemen Zinc Dengan Frekuensi Diare Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Baloi Permai Tahun 2025 2026-02-27T10:37:18+08:00 Servalina Tampubolon Servalina.tampubolon2024@gmail.com Ana Faizah anafaizah@univbatam.ac.id Ratna Dewi Silalahi ratnadewisilalahi@univbatam.ac.id <p>Berdasarkan data dinas kesehatan kota Batam Puskesmas Baloi Permai memiliki jumlah anak diare tertinggi pada tahun 2023 sebanyak 389 kasus diare pada anak. <em>WHO </em>merekomendasikan penambahan suplementasi zinc pada tatalaksana Lintas diare. Diare anak di Puskesmas Baloi Permai pada bulan Januari hingga Juni 2025 sebanyak 207 kasus. Puskesmas baloi permai menerapkan pemberian suplemen zinc pada anak diare sesuai indikasi namun belum ada evaluasi terhadap pemberian suplemen zinc pada anak diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberiaan suplemen zinc dengan frekuensi diare pada anak diwilayah kerja puskesmas baloi permai. Desain penelitian ini menggunakan <em>analitik observasional </em>dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang berobat. Sampel penelitian meliputi anak diare. Sampel pada penelitian ini adalah 42 anak dengan teknik <em>total sampling</em>. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Baloi Permai yang dilakukan pada Tanggal 21 Juli hingga 21 Agustus Tahun 2025. Alat pengumpulan data menggunakan lembar checklist, Hasil analisis menggunakan uji <em>Chi Square</em>. Hasil penelitian sebagian besar anak mengkosumsi zinc hingga tuntas selama 10 hari sebanyak 36 anak (85,7%). Frekuensi diare anak perhari menunjukkan mayoritas anak mengalami diare ringan (73.8%). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemberian suplemen zinc dengan frekuensi diare pada anak dengan <em>p-value </em>0,032 (&lt;0,05). Disarankan bagi tempat penelitian untuk dapat meningkatkan upaya capaian pemberian suplemen zinc pada anak diare secara maksimal dengan tujuan menekan terjadinya jumlah peningkatan anak diare di Wilayah kerja Puskesmas baloi Permai.</p> 2026-02-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Servalina Tampubolon, Ana Faizah , Ratna Dewi Silalahi https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Keperawatan/article/view/2161 HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI PUSKESMAS BALOI PERMAI KOTA BATAM TAHUN 2025 2026-02-27T10:39:52+08:00 Ulyatul Anissah ulyatulanissah81@gmail.com Lisastri Syahrias lisastri.syahrias@univbatam.ac.id Dedy Asep dedyasep59@gmail.com <p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi kesehatan mental pada remaja adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja di Puskesmas Baloi Permai Kota Batam tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden sebanyak 92 responden dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Parental Bonding Instrument (PBI) untuk menilai pola asuh orang tua dan Mental Health Inventory (MHI-38) untuk mengukur kesehatan mental remaja. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola asuh orang tua yang otoriter sebanyak 36 responden (39,1%), sedangkan untuk kesehatan mental remaja mayoritas berada pada kategori baik yaitu sebanyak 34 responden (37,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan kesehatan mental remaja dengan nilai p = 0,000 (&lt;0,05). Kesimpulannya, pola asuh orang tua memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, disarankan agar orang tua menerapkan pola asuh yang tepat, terutama pola asuh demokratis, untuk mendukung kesejahteraan mental remaja yang optimal.</p> 2026-02-27T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Ulyatul Anissah, Lisastri Syahrias, Dedy Asep