https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Sipil/issue/feedZona Sipil: Program Studi Teknik Sipil Universitas Batam2026-07-30T15:48:58+08:00Ir. Panusunan, M.Akzonasipil@univbatam.ac.idOpen Journal Systems<p align="justify">Zona Sipil adalah jurnal peer-review yang dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Batam. Zona Sipil bertujuan untuk mempublikasikan artikel di bidang Teknik Sipil, diantaranya di bidang Konstruksi Gedung, Konstruksi Jembatan & Dermaga, Konstruksi Rangka Baja, Konstruksi Jalan Raya dan Drainase pengairan. Zona Sipil Konsisten dengan tujuannya serta memberikan wawasan di bidang Teknik Sipil untuk para akademisi, praktisi, peneliti, regulator, mahasiswa, dan pihak lain yang tertarik didalam pengembangannya. Zona Sipil menerima naskah penelitian kuantitatif atau kualitatif, yang ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Zona Sipil menerima manuskrip dari penulis Indonesia dan juga penulis dari berbagai belahan dunia.Zona Sipil ini terbit perdana dalam media cetak pada bulan Desember Tahun 2010 dengan terbit dua edisi (Desember dan Juni). Sejak April 2013 dari Vol 3 terbitan No 1 (April), Zona Sipil menerbitkan tiga edisi per tahun yaitu April, Agustus dan Desember.</p>https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Sipil/article/view/2315EVALUASI KEBERHASILAN REVEGETASI LAHAN PASCATAMBANG BATU BARA DALAM MENGEMBALIKAN FUNGSI EKOSISTEM DI PT LANNA RESOURCES INDONESIA2026-07-27T12:11:02+08:00Catur Zedhanicaturzedhani@gmail.comYuanita FD Sidabutaryuanita.fd@univbatam.ac.idRaflisraflistanjung@univbatam.ac.idDicky Arisikamdickyasrisikam@univbatam.ac.id<p>Pertambangan batu bara di Kalimantan Timur berdampak besar terhadap degradasi lahan dan hilangnya keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan revegetasi dalam memulihkan fungsi ekosistem di lahan pascatambang PT Lanna Resources Indonesia. Fokus utama riset adalah membandingkan efektivitas pemulihan lingkungan pada area reklamasi dengan umur tanam yang berbeda. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui purposive sampling di plot permanen. Parameter yang diukur mencakup persentase kelangsungan hidup, laju pertumbuhan vegetasi, serta perubahan sifat kimia tanah sebagai indikator kesuburan. Selain itu, kehadiran vegetasi bawah dianalisis untuk menilai proses suksesi alami dan pemulihan fungsi ekologis habitat. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran nyata mengenai performa spesies pionir dan lokal dalam memperbaiki kualitas lingkungan pascatambang. Temuan ini penting sebagai bahan evaluasi bagi manajemen PT Lanna Resources Indonesia dalam memenuhi standar regulasi pemerintah, sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi praktik reklamasi berkelanjutan di Indonesia. Keberhasilan revegetasi bukan hanya sekadar penghijauan, melainkan langkah krusial dalam mengembalikan jasa ekosistem yang hilang akibat aktivitas ekstraksi sumber daya alam.</p>2026-07-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Catur Zedhani, Yuanita FD Sidabutar, Raflis, Dicky Arisikamhttps://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Sipil/article/view/2316INOVASI MATERIAL KONSTRUKSI BERBASIS REKAYASA HAYATI UNTUK INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN2026-07-27T12:16:39+08:00Galih Cahyo Kumolo12124009@univbatam.ac.idYuanita FD Sidabutaryuanita.fd@univbatam.ac.idAkbarakbarmuhamad@gmail.comSubkhansubkhan@univbatam.ac.id<p>Pembangunan berkelanjutan di sektor konstruksi menuntut integrasi antara pelestarian lingkungan, efisiensi energi, dan inovasi teknologi. Studi ini mengeksplorasi penerapan material konstruksi hasil rekayasa hayati—khususnya bio-beton dan bio-sementasi—sebagai pendekatan inovatif dalam menjawab tantangan ketahanan dan keberlanjutan struktur bangunan. Material ini memanfaatkan mikroorganisme seperti Bacillus subtilis dan Sporosarcina pasteurii untuk mengendapkan kalsium karbonat secara biologis, memungkinkan proses penyembuhan sendiri (<em>self-healing</em>) serta meningkatkan sifat mekanik beton. Temuan dari Sidabutar dkk. menjadi dasar kontekstual penelitian ini, khususnya dalam kondisi iklim tropis Indonesia yang membutuhkan strategi konstruksi yang hemat energi dan ramah lingkungan. Integrasi sistem otomasi berbasis <em>Internet of Things</em> (IoT) dalam desain bangunan hijau menunjukkan potensi signifikan, dengan penghematan energi hingga 30% dan penurunan emisi karbon yang terukur. Studi ini menekankan potensi sinergis antara teknologi bangunan pintar dan material hasil rekayasa biologis dalam mewujudkan infrastruktur yang tangguh,<br />rendah karbon, dan sesuai untuk lingkungan urban tropis. Implikasi penelitian ini menjangkau aspek kebijakan, praktik desain, hingga inovasi material, serta menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin untuk merealisasikan konstruksi berkelanjutan. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu rekayasa material hayati dan mendukung adopsi metode konstruksi yang berwawasan ekologi sesuai dengan tujuan iklim global.</p>2026-07-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Galih Cahyo Kumolo, Yuanita FD Sidabutar, Akbar, Subkhanhttps://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Sipil/article/view/2318PENERAPAN BETON BERPORI SEBAGAI MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN UNTUK JALUR PEDESTRIAN DI BATAM CENTER2026-07-27T15:19:30+08:00Vany Amartha Waluyo12125013@univbatam.ac.idYuanita FD Sidabutaryuanita.fd@univbatam.ac.idFauzanfauzan@univbatam.ac.idYelna Yuristiaryyelna.yuristiary@univbatam.ac.idJanuartojanuarto@univbatam.ac.id<p>Batam Center merupakan kawasan pusat pemerintahan dan perdagangan yang berkembang pesat di Kota Batam, di mana jalur pedestrian kerap mengalami genangan air akibat sifat kedap air dari perkerasan beton konvensional dan paving block yang dipadukan dengan intensitas curah hujan tropis yang tinggi. Kondisi ini mengurangi kenyamanan pejalan kaki, mempercepat kerusakan perkerasan, serta meningkatkan limpasan permukaan yang berkontribusi terhadap banjir perkotaan. Beton berpori, dengan struktur rongga yang saling terhubung, menjadi alternatif material perkerasan yang mampu meresapkan air secara vertikal sekaligus mendukung konservasi air tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik teknis, ketahanan, dan potensi keberlanjutan beton berpori sebagai material alternatif perkerasan pedestrian di Kawasan Batam Center. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, standar teknis, serta pengamatan kondisi eksisting jalur pedestrian. Hasil kajian menunjukkan bahwa beton berpori dengan kuat tekan 10–22 MPa dan permeabilitas 1–1,5 cm/detik telah memenuhi syarat minimum untuk beban ringan pejalan kaki, sekaligus<br>meningkatkan kemampuan peresapan air secara signifikan dibandingkan perkerasan konvensional. Meski demikian, penerapannya memerlukan pemeliharaan berkala guna mencegah penyumbatan pori akibat debu dan sedimen. Dari aspek lingkungan, beton berpori berkontribusi terhadap konservasi air tanah, penurunan efek pulau panas perkotaan, serta reduksi kebisingan, sehingga menjadikannya material yang potensial untuk mendukung pembangunan infrastruktur pedestrian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Kawasan Batam Center.</p>2026-07-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Vany Amartha Waluyo, Yuanita FD Sidabutar, Fauzan, Yelna Yuristiary, Januartohttps://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Sipil/article/view/2319EVALUASI ELEMEN JALUR UTAMA DAN FASILITAS PEDESTRIAN SEPANJANG JALAN ENGKU PUTRI, BATAM KOTA2026-07-27T15:41:02+08:00Febriyantofebriyantosurvey83@gmail.comYuanita FD Sidabutaryuanita.fd@univbatam.ac.idHerlina Suciatiherlinasuciati@univbatam.ac.idPanusunanpanusunan@univbatam.ac.id<p>Penelitian ini mengevaluasi kondisi fisik dan fungsional trotoar di sepanjang Jalan Engku Putri, Batam Kota, terhadap standar teknis nasional untuk fasilitas pejalan kaki (Permen PUPR No.03/PRT/M/2014). Dengan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif merujuk pada Yin (2014), observasi dan pengukuran lapangan dilakukan pada 27 Juni 2026 di segmen Jalan Engku Putri Utara, Kelurahan Teluk Tering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar trotoar (± 3,0-3,5 m), guiding block, pohon peneduh, dan pencahayaan jalan telah memenuhi standar minimum nasional. Namun, masih ditemukan permasalahan fungsional, yaitu parkir liar sepeda motor di jalur pedestrian, belum tersedianya fasilitas penyeberangan terstruktur di sekitar bundaran BP Batam, serta ramp aksesibel yang belum teridentifikasi, sehingga trotoar belum optimal melayani seluruh pengguna termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini merekomendasikan pemasangan bollard, penambahan jalur sepeda, penyediaan zebra cross beserta rambu dan marka, pembuatan ramp aksesibel sesuai Permen PU No. 30/PRT/M/2006, serta penegakan aturan parkir. Temuan ini memperkuat kerangka teori Jan Gehl, John J. Fruin, dan Ronald Mace yang menekankan bahwa kualitas infrastruktur pejalan kaki harus memadukan kenyamanan, keamanan, level of service, dan aksesibilitas universal.</p>2026-07-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Febriyanto, Yuanita FD Sidabutar, Herlina Suciati, Panusunanhttps://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/Sipil/article/view/2326KAJIAN KEBERLANJUTAN AKTIVITAS PASAR TRADISIONAL SEBAGAI INFRASTRUKTUR EKONOMI MASYARAKAT 2026-07-29T10:54:14+08:00Tiska Aisyah12124010@univbatam.ac.idYuanita F D Sidabutaryuanita.fd@univbatam.ac.idRisnawatirisnawati@univbatam.ac.idSubkhansubkhan@univbatam.ac.id<h2><span lang="ZH-CN" style="font-size: 12.0pt; font-weight: normal;">Pasar tradisional merupakan fasilitas umum yang berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, aktivitas pasar tradisional sering menimbulkan permasalahan lingkungan dan infrastruktur, seperti pengelolaan sampah, sistem drainase yang kurang memadai, serta tata ruang pasar yang belum tertata dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas pasar tradisional ditinjau dari perspektif teknik sipil dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip teknik sipil berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan pasar tradisional.</span></h2>2026-07-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2026 Tiska Aisyah, Yuanita F D Sidabutar, Risnawati, Subkhan