Jurnal Ilmiah Zona Psikologi
https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi
<p align="justify">Jurnal Ilmiah Zona Psikologi adalah Jurnal peer-review yang dikelola oleh Program Studi Psikologi Universitas Batam. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi bertujuan untuk mempublikasikan artikel di bidang ilmu Psikologi, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan, baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi Konsisten dengan tujuannya, memberikan wawasan di bidang ilmu psikologi untuk akademisi, praktisi, peneliti, regulator, mahasiswa, dan pihak lain yang tertarik dalam pengembangan ilmu psikologi.</p><p align="justify">Jurnal Ilmiah Zona Psikologi menerima naskah yang ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi menerima manuskrip dari penulis Indonesia dan juga penulis dari berbagai belahan dunia.</p><p align="justify">Jurnal Ilmiah Zona Psikologi terbit reguler tiga kali dalam satu tahun (bulan Oktober, Februari, Juni). Jurnal Ilmiah Zona Psikologi ini terbit perdana dalam media cetak pada bulan Oktober 2018. Minimal 5 artikel setiap terbitan.</p>Universitas Batamen-USJurnal Ilmiah Zona Psikologi2654-8496<p>Manuskrip yang diserahkan penulis haruslah sebuah karya yang tidak melanggar hak cipta (copyright) yang ada. Naskah yang dimasukkan harus yang belum pernah diterbitkan dan tidak dikirimkan pada waktu yang bersamaan kepada penerbit lain. Hak cipta atas semua material termasuk yang berbentuk cetak, elektronik dan bentuk lainnya dipegang oleh Jurnal Ilmiah Zona Psikologi. Setelah manuskrip telah melewati proses penyuntingan substansi dan positif diterima, penulis mengirimkan berkas Pernyataan Hak Cipta ke alamat redaksi Jurnal Ilmiah Zona Psikologi.</p>GAMBARAN KEMAMPUAN PERHATIAN BERKELANJUTAN (SUSTAINED ATTENTION) PADA ANAK ADHD MELALUI OBSERVASI PARTISIPAN
https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2272
<p><strong>Abstrak: </strong>ADHD pada anak dikaitkan dengan kesulitan mempertahankan perhatian berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan perhatian berkelanjutan pada anak ADHD melalui observasi partisipan dalam setting kelas naturalistik, berfokus pada variabilitas respons, kesalahan omission, dan reenagement perhatian. <strong>Metode:</strong> Desain studi kasus ganda digunakan dengan dua anak usia sekolah terdiagnosis ADHD. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dalam sesi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan guru, menggunakan lembar observasi untuk menilai <em>time-on-task</em>, <em>lapses of attention</em>, kesalahan <em>omission</em>, <em>reenagement</em>, dan variabilitas perilaku. <strong>Hasil:</strong> Subjek pertama (RB) dengan komorbid ASD-ADHD menunjukkan perhatian berkelanjutan stabil dalam aktivitas terstruktur terkait minat dengan kesalahan omission rendah dan kontrol inhibisi membaik, namun terbatas dalam fleksibilitas kognitif dan shifting atensi. Subjek kedua (AG) menunjukkan perhatian berkelanjutan adaptif dengan <em>engagement</em> tugas konsisten, namun tetap rentan terhadap gangguan eksternal dalam situasi sosial. <strong>Simpulan:</strong> Perhatian berkelanjutan pada anak ADHD kompleks dan heterogen, dibentuk oleh faktor neuropsikologis, motivasi, dan konteks, mengindikasikan perlunya intervensi individual yang sensitif konteks.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Perhatian berkelanjutan; ADHD; fungsi eksekutif; observasi partisipan; setting naturalistik</p>Reny AnggreinySerlynaAnita HutabaratFajri TurrohmanRismaida Napitupulu
Copyright (c) 2026 Reny Anggreiny, Serlyna, Anita Hutabarat, Fajri Turrohman, Rismaida Napitupulu
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-238310.37776/jizp.v8i3.2272GAMBARAN SHORT-TERM MEMORY SERTA KETERKAITANNYA DENGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA ANAK DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL
https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2270
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan memori jangka pendek anak dengan disabilitas intelektual ringan serta keterkaitannya dengan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 3 siswa di sekolah SLB Negeri Batam dengan disabilitas intelektual ringan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tugas memori jangka pendek verbal, yaitu tes dengan kegiatan pengulangan angka yang dibacakan secara lisan. Selain itu dilakukan observasi dan wawancara untuk mendapatkan informasi secara lebih mendalam. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa subjek mengalami keterbatasan dalam mengingat informasi baru yang kompleks, seperti urutan angka atau materi pelajaran yang disampaikan dalam jumlah banyak. Namun, subjek masih mampu mengingat instruksi sederhana atau hal yang bersifat familiar. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan memori jangka pendek pada anak dengan disabilitas intelektual ringan tidak bersifat menyeluruh. Hal ini selaras dengan teori dimana gangguan memori jangka pendek bersifat selektif dan kontekstual.</p>Dyna Salawaty MaulidyaMutiara Nurul AnisaStephanie YoungIzura Rochma
Copyright (c) 2026 Dyna Salawaty Maulidya, Mutiara Nurul Anisa, Stephanie Young, Izura Rochma
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-238310.37776/jizp.v8i3.2270OBSERVASI POLA PERILAKU ANAK DENGAN ADHD DITINJAU DARI ASPEK NEUROPSIKOLOGIS YAITU INHIBITORY CONTROL
https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2271
<p>Anak-anak dengan ADHD sering menunjukkan defisit dalam inhibitory control, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk berfungsi secara optimal di lingkungan akademik dan sosial. Keterlambatan dalam pengembangan kemampuan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam perencanaan, penyelesaian tugas, dan pengendalian impuls. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara inhibitory control dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), serta dampaknya terhadap perkembangan anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi naturalistik dengan pendekatan non-partisipan, di mana peneliti mengamati kegiatan subjek secara langsung tanpa manipulasi situasi maupun keterlibatan aktif dalam aktivitas subjek. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pola inhibitory control pada dua anak dengan ADHD. Subjek usia 10 tahun mengalami hambatan yang lebih kompleks pada impulsivitas motorik dan verbal, perhatian, serta regulasi emosi. Sebaliknya, subjek usia 4 tahun menunjukkan hambatan yang lebih dominan pada pengaturan perhatian dan penghambatan distraksi. Simpulan: Inhibitory control pada anak dengan ADHD bersifat individual dan dipengaruhi oleh usia serta tahap perkembangan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan intervensi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak.</p> <p>Kata kunci: ADHD, Inhibitory Control, Defisit</p> <p> </p> <p> </p>Azriya Shabila AinunnahrSophia BudiStevanie NathaliaYuditia Prameswari, M.Psi., Psikolog
Copyright (c) 2026 Azriya Shabila Ainunnahr, Sophia Budi, Stevanie Nathalia, Yuditia Prameswari, M.Psi., Psikolog
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-238310.37776/jizp.v8i3.2271EXPLORASI PERILAKU SELF-DIAGNOSE PADA MAHASISWA PSIKOLOGI
https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2132
<p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perilaku <em>self-diagnose</em> pada mahasiswa psikologi, mencakup faktor penyebab, proses, dampak, serta peran tenaga profesional dan teman sebaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi naratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap satu partisipan, disertai triangulasi sumber dari dua teman terdekat. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan psikologis dan tingkat <em>self-awareness</em> yang tinggi mendorong mahasiswa untuk melakukan <em>self-diagnose</em>. <em>Self-diagnose</em> memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran diri dan memotivasi pencarian bantuan profesional. Namun, praktik ini juga berdampak negatif seperti kecemasan, <em>overthinking</em>, serta ketidakpastian terhadap kondisi psikologis aktual. Temuan menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga profesional untuk validasi diagnosis serta dukungan teman sebaya sebagai sumber kenyamanan emosional.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>self</em>-diagnose, mahasiswa psikologi, self-<em>awareness</em>.</p>Reny AnggreinyMaryana Yen
Copyright (c) 2026 Reny Anggreiny, Maryana Yen
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-238310.37776/jizp.v8i3.2132KESULITAN MEMBACA PADA ANAK DOWN SYNDROME: STUDI KASUS DI LEMBAGA PSIKOLOGI
https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2273
<p><em>Reading is a fundamental skill for academic success, yet children with Down Syndrome often face significant barriers in this process. This qualitative single-case study aims to describe the reading difficulties of a 5-year-old child with Down Syndrome at a psychology institute in Batam, covering letter recognition, word recognition, and reading fluency. Data were collected through structured observations, simple reading tests, and interviews with therapists. Results indicate that the subject consistently struggles to identify similar letters, tends to guess words based on the initial letter, and exhibits a slow reading tempo with a tendency to lose focus. These obstacles are influenced by limitations in verbal working memory, phonological processing, and a history of delayed language development. Structured, repetitive interventions and the use of engaging visual media are essential to optimize the child's reading potential</em><em>.</em></p>agelia saputriAlifah Zahra ZhafirahNursyafinka ElzapritasariCevy Amelia
Copyright (c) 2026 agelia saputri, Alifah Zahra Zhafirah, Nursyafinka Elzapritasari, Cevy Amelia
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-238310.37776/jizp.v8i3.2273REGULASI EMOSI PADA ANAK DENGAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) DITINJAU DARI PERAN PREFRONTAL CORTEX DAN AMYGDALA
https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2274
<p class="s21"><span class="s10">Abstrak </span><span class="s20">: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan regulasi emosi pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) melalui metode observasi. Penelitian dilakukan di Disability Islamic School Ibnu Ismail Batam dengan melibatkan sembilan anak ADHD yang diamati oleh tiga pengamat.</span> <span class="s20">Observasi</span> <span class="s20">difokuskan</span> <span class="s20">pada</span> <span class="s20">aspek</span> <span class="s20">regulasi</span> <span class="s20">emosi,</span> <span class="s20">kontrol</span> <span class="s20">impuls,</span> <span class="s20">fleksibilitas</span> <span class="s20">emosional,</span><span class="s20">dan toleransi</span> <span class="s20">stres.</span> <span class="s20">Hasil</span> <span class="s20">observasi</span> <span class="s20">menunjukkan</span> <span class="s20">bahwa</span> <span class="s20">seluruh</span> <span class="s20">subjek</span> <span class="s20">mengalami</span> <span class="s20">kesulitan</span> <span class="s20">dalam</span><span class="s20">regulasi emosi dengan tingkat keparahan yang berbeda. Anak dengan ADHD sedang–berat menunjukkan gangguan regulasi emosi yang lebih menonjol dibandingkan anak dengan ADHD ringan–sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan regulasi emosi merupakan karakteristik penting pada ADHD dan berkaitan dengan tingkat keparahan gangguan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi yang tidak hanya berfokus pada perhatian dan perilaku, tetapi juga pada pengembangan kemampuan regulasi emosi anak dengan ADHD.</span></p>Jessica WangRevalina StevyYougie Trie SyaputraWilda Fasim Hasibuan
Copyright (c) 2026 Jessica Wang, Revalina Stevy, Yougie Trie Syaputra, Wilda Fasim Hasibuan
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-232026-07-238310.37776/jizp.v8i3.2274