Jurnal Ilmiah Zona Psikologi https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi <p align="justify">Jurnal Ilmiah Zona Psikologi adalah Jurnal peer-review yang dikelola oleh Program Studi Psikologi Universitas Batam. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi bertujuan untuk mempublikasikan artikel di bidang ilmu Psikologi, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan, baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi Konsisten dengan tujuannya, memberikan wawasan di bidang ilmu psikologi untuk akademisi, praktisi, peneliti, regulator, mahasiswa, dan pihak lain yang tertarik dalam pengembangan ilmu psikologi.</p><p align="justify">Jurnal Ilmiah Zona Psikologi menerima naskah yang ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi menerima manuskrip dari penulis Indonesia dan juga penulis dari berbagai belahan dunia.</p><p align="justify">Jurnal Ilmiah Zona Psikologi terbit reguler tiga kali dalam satu tahun (bulan Oktober, Februari, Juni). Jurnal Ilmiah Zona Psikologi ini terbit perdana dalam media cetak pada bulan Oktober 2018. Minimal 5 artikel setiap terbitan.</p> en-US <p>Manuskrip yang diserahkan penulis haruslah sebuah karya yang tidak melanggar hak cipta (copyright) yang ada. Naskah yang dimasukkan harus yang belum pernah diterbitkan dan tidak dikirimkan pada waktu yang bersamaan kepada penerbit lain. Hak cipta atas semua material termasuk yang berbentuk cetak, elektronik dan bentuk lainnya dipegang oleh Jurnal Ilmiah Zona Psikologi. Setelah manuskrip telah melewati proses penyuntingan substansi dan positif diterima, penulis mengirimkan berkas Pernyataan Hak Cipta ke alamat redaksi Jurnal Ilmiah Zona Psikologi.</p> zonapsikologi@univbatam.ac.id (Cevy Amelia, M.Psi., Psikolog) lppm@univbatam.ac.id (Ns. Mutia Amalia Lubis, M.Kep) Wed, 04 Mar 2026 14:41:52 +0800 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 GAMBARAN BURNOUT ACADEMIC PADAMAHASISWA TINGKAT AKHIR DI KOTA BATAM https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2163 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan fenomena burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhir (skripsi). <em>Academic burnout </em>didefinisikan sebagai kondisi kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian diri akibat tekanan akademik yang berlangsung secara berkepanjangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur dan observasi terhadap satu subjek yang merupakan mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas di Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami <em>academic burnout </em>dengan gejala berupa prokrastinasi, tekanan dari tenggat waktu yang berubah, kesulitan manajemen waktu, serta gejala emosional seperti <em>overthinking </em>dan kecemasan yang tinggi. Meski demikian, subjek menunjukkan adanya mekanisme koping positif dan dukungan sosial dari keluarga yang membantu dalam mengelola emosi dan tekanan akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran dukungan sosial dan strategi manajemen stres dalam mengurangi risiko burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir.</p> Azriya Shabila Ainunnahr, Cevy Amelia Copyright (c) 2026 Azriya Shabila Ainunnahr, Cevy Amelia http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2163 Wed, 04 Mar 2026 00:00:00 +0800 GAMBARAN TOXIC MASCULINITY PADA LAKI-LAKI DEWASA AWAL https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2164 <p>Penelitian ini mengkaji pengalaman laki-laki dewasa awal terkait <em>toxic masculinity</em> yang berdampak pada kesehatan mental. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap satu partisipan dan dua informan, data dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman kekerasan masa kecil dan tuntutan untuk selalu terlihat kuat mendorong penekanan emosi, konflik identitas, serta hambatan dalam hubungan interpersonal. Dukungan teman sebaya menjadi faktor pelindung, sehingga diperlukan ruang aman dan perubahan norma sosial untuk mendukung kesejahteraan psikologis laki-laki dewasa awal.</p> Stevanie Nathalia Adrias, Yuditia Prameswari Copyright (c) 2026 Stevanie Nathalia Adrias, Yuditia Prameswari http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2164 Wed, 04 Mar 2026 00:00:00 +0800 FAKTOR PSIKOLOGIS DAN SOSIAL YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN REMAJA UNTUK BERPACARAN https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2165 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan remaja untuk berpacaran. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap satu subjek utama serta dua informan terdekat (kakak dan teman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong remaja untuk berpacaran meliputi kebutuhan afeksi seperti perhatian dan kasih sayang, kebutuhan akan dukungan emosional dan tempat bercerita, keinginan untuk memiliki teman dalam berbagi aktivitas sosial, kemandirian dalam membuat keputusan relasi, serta pengaruh media sosial. Temuan ini dikaitkan dengan berbagai teori psikologi seperti kebutuhan Maslow, teori attachment Bowlby, teori dukungan sosial Sarafino, perkembangan psikososial Erikson, dan teori pembelajaran sosial Bandura. Secara keseluruhan, berpacaran pada remaja tidak semata-mata soal relasi romantis, namun menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan psikologis dan eksplorasi identitas diri.</p> Alifah Zahra Zhafirah, Izura Rochma Copyright (c) 2026 Alifah Zahra Zhafirah, Izura Rochma http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2165 Wed, 04 Mar 2026 00:00:00 +0800 EXPLORASI PERILAKU SELF-DIAGNOSE PADA MAHASISWA PSIKOLOGI https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2166 <p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perilaku <em>self-diagnose</em> pada mahasiswa psikologi, mencakup faktor penyebab, proses, dampak, serta peran tenaga profesional dan teman sebaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi naratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap satu partisipan, disertai triangulasi sumber dari dua teman terdekat. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan psikologis dan tingkat <em>self-awareness</em> yang tinggi mendorong mahasiswa untuk melakukan <em>self-diagnose</em>. <em>Self-diagnose</em> memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran diri dan memotivasi pencarian bantuan profesional. Namun, praktik ini juga berdampak negatif seperti kecemasan, <em>overthinking</em>, serta ketidakpastian terhadap kondisi psikologis aktual. Temuan menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga profesional untuk validasi diagnosis serta dukungan teman sebaya sebagai sumber kenyamanan emosional.</p> Reny Anggreiny, Maryana Copyright (c) 2026 Reny Anggreiny, Maryana http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2166 Wed, 04 Mar 2026 00:00:00 +0800 PENGALAMAN KARYAWAN DALAM MENGHADAPI TOXIC WORK ENVIRONMENT https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2167 <p>Lingkungan kerja memiliki peran penting dalam membentuk kondisi psikologis karyawan. Ketika lingkungan kerja tidak kondusif, individu dapat mengalami tekanan, kecemasan, hingga penurunan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika tekanan kerja dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis seorang karyawan muda yang bekerja di sebuah perusahaan manufaktur di Kota Batam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap satu narasumber yang mengalami berbagai bentuk tekanan kerja, mulai dari sistem kerja yang ketat tanpa kepastian kontrak, beban kerja berlebih, relasi interpersonal yang buruk dengan atasan, hingga komunikasi yang terhambat karena perbedaan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan kerja yang dialami narasumber berdampak signifikan terhadap kondisi psikologisnya, ditandai dengan munculnya perasaan cemas, stres, gangguan tidur, dan penurunan motivasi kerja. Namun, narasumber juga menunjukkan adanya daya tahan psikologis (resilience) dengan tetap berusaha bertahan demi keluarga serta mencari lingkungan kerja yang lebih sehat. Penelitian ini menegaskan pentingnya lingkungan kerja yang manusiawi dan mendukung kesehatan mental karyawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis dan produktivitas kerja.</p> Mutiara Nurul Anisa, Wilda Fasim Hasibuan, Metha Arisandi Copyright (c) 2026 Mutiara Nurul Anisa, Wilda Fasim Hasibuan, Metha Arisandi http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2167 Wed, 04 Mar 2026 00:00:00 +0800 TRAUMA YANG MEMBEKAS : PENGALAMAN ORANG DEWASA YANG BERTAHAN DARI CHILD ABUSE https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2168 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman kekerasan masa kanak-kanak (child abuse) yang dialami oleh seorang individu dewasa serta dampaknya terhadap kondisi emosional dan cara menghadapi pengalaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap satu partisipan dewasa muda yang memiliki riwayat kekerasan fisik dan emosional dari ayah kandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami kekerasan berupa pemukulan, pelemparan benda, dan ancaman dengan benda tajam sejak masa kanak-kanak. Dampak yang dilaporkan meliputi rasa takut ketika bertemu ayah, mimpi buruk, kecemasan, dan serangan panik. Dalam menghadapi pengalaman tersebut, partisipan pada masa kecil cenderung menarik diri dan menghindari konflik, sedangkan pada usia remaja mulai menceritakan pengalamannya kepada teman dekat. Partisipan juga memperoleh dukungan emosional dari ibu dan teman sebaya. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai pengalaman subjektif individu dewasa yang pernah mengalami kekerasan pada masa kanak-kanak.</p> Jessica, Rismaida Pariang Ariyanti Napitupulu Copyright (c) 2026 Jessica, Rismaida Pariang Ariyanti Napitupulu http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonapsikologi/article/view/2168 Wed, 04 Mar 2026 00:00:00 +0800