ANALISIS YURIDIS PENANGANAN PERKARA PERUNDUNGAN SIBER DI KALANGAN PELAJAR MELALUI MEKANISME RESTORATIVE JUSTICE (STUDI PENELITIAN DI KEPOLISIAN RESOR BINTAN)

Authors

  • Sisilia Putri Utami Universitas Batam
  • Christiani Prasetiasari Universitas Batam
  • Kaspol Jihad Universitas Batam

DOI:

https://doi.org/10.37776/zkih.v16i3.2402

Abstract

Perkembangan media sosial di kalangan pelajar meningkatkan potensi terjadinya perundungan siber (cyberbullying) yang tidak hanya berdampak psikologis terhadap korban, tetapi juga menimbulkan persoalan hukum ketika melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan hukum, implementasi, kendala, dan solusi penanganan perkara perundungan siber melalui mekanisme restorative justice di Kepolisian Resor Bintan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dan yuridis empiris dengan data yang diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan perkara perundungan siber dilakukan berdasarkan bentuk dan unsur perbuatan serta mempertimbangkan kedudukan anak yang berkonflik dengan hukum. Mekanisme restorative justice diterapkan sebagai alternatif penyelesaian perkara dengan mengedepankan perdamaian, pemulihan korban, dan pembinaan terhadap pelaku anak. Dengan demikian, penerapan restorative justice dalam penanganan perundungan siber dapat menjadi pendekatan yang mengintegrasikan penegakan hukum dengan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Downloads

Published

2026-10-30

Issue

Section

Articles