ANALISIS YURIDIS PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE PADA TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK SEBAGAI ULTIMUM REMEDIUM (STUDI PENELITIAN KEPOLISIAN SEKTOR BINTAN TIMUR)

Authors

  • Tirsya Ei's Nuryanti Universitas Batam
  • Fadlan Universitas Batam
  • Lia Fadjriani Universitas Batam
  • Christiani Prasetiasari Universitas Batam

DOI:

https://doi.org/10.37776/zkih.v16i3.2430

Abstract

Laporan mengenai pencemaran nama baik acap kali segera diproses dengan instrumen pidana, meskipun pokok persoalannya dapat berasal dari konflik pribadi. Karakter tersebut memungkinkan ditempuhnya penyelesaian yang memulihkan kerugian dan hubungan para pihak sebelum pemidanaan digunakan. Penelitian ini mengkaji dasar hukum, pelaksanaan, hambatan, dan upaya penyelesaian restorative justice pada perkara pencemaran nama baik di Kepolisian Sektor Bintan Timur sebagai penerapan ultimum remedium. Penelitian hukum normatif empiris digunakan dengan menelaah peraturan, doktrin, dan teori, kemudian menghubungkannya dengan data lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyidik membuka proses mediasi bagi pelapor dan terlapor setelah menilai kelayakan perkara. Kendala timbul ketika terdapat penolakan bermediasi atau tidak terbentuk persetujuan mengenai pemulihan. Dalam keadaan demikian, penyidik memberikan penjelasan kepada para pihak tanpa mengarahkan keputusan mereka. Jika kesepakatan tetap tidak diperoleh, penanganan dilanjutkan melalui pemeriksaan pidana sesuai hukum acara yang berlaku.

Downloads

Published

2026-10-30

Issue

Section

Articles