EXPLORASI PERILAKU SELF-DIAGNOSE PADA MAHASISWA PSIKOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.37776/jizp.v8i2.2166Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perilaku self-diagnose pada mahasiswa psikologi, mencakup faktor penyebab, proses, dampak, serta peran tenaga profesional dan teman sebaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi naratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap satu partisipan, disertai triangulasi sumber dari dua teman terdekat. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan psikologis dan tingkat self-awareness yang tinggi mendorong mahasiswa untuk melakukan self-diagnose. Self-diagnose memberikan manfaat berupa peningkatan kesadaran diri dan memotivasi pencarian bantuan profesional. Namun, praktik ini juga berdampak negatif seperti kecemasan, overthinking, serta ketidakpastian terhadap kondisi psikologis aktual. Temuan menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga profesional untuk validasi diagnosis serta dukungan teman sebaya sebagai sumber kenyamanan emosional.Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Reny Anggreiny, Maryana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Manuskrip yang diserahkan penulis haruslah sebuah karya yang tidak melanggar hak cipta (copyright) yang ada. Naskah yang dimasukkan harus yang belum pernah diterbitkan dan tidak dikirimkan pada waktu yang bersamaan kepada penerbit lain. Hak cipta atas semua material termasuk yang berbentuk cetak, elektronik dan bentuk lainnya dipegang oleh Jurnal Ilmiah Zona Psikologi. Setelah manuskrip telah melewati proses penyuntingan substansi dan positif diterima, penulis mengirimkan berkas Pernyataan Hak Cipta ke alamat redaksi Jurnal Ilmiah Zona Psikologi.


